MataSinema Indonesia
Tentang Kami
MataSinema Indonesia berawal dari milis Film Ketika Cinta Bertasbih yang kemudian bertransformasi menjadi sebuah komunitas bernama Mata Sinema Indonesia Cinema Watch pada 13 Desember 2009. Komunitas ini memiliki visi mendukung perkembangan dan kemajuan Sinema Indonesia.
Bentuk partisipasi MataSinema Indonesia terhadap kemajuan Sinema Indonesia adalah dengan memberikan apresiasi positif kepada sinema indonesia yang memberikan nilai positif bagi masyarakat Indonesia berupa review/ulasan sinema Indonesia yang bermuatan positif.
MataSinema Indonesia dikukuhkan menjadi komunitas mandiri dan independen pada Hari Jum’at, 29 Januari 2016 di Sanggar Ananda (saat itu masih di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan) yang juga dihadiri oleh Aditya Gumay sebagai pemilik Sanggar Ananda.
MataSinema Indonesia bertekad untuk terus menjadi komunitas pendukung Sinema Indonesia yang BAIK, POSITIF, EDUKATIF, INSPIRATIF, PENUH HIKMAH, BERMANFAAT dan MENGHIBUR bagi masyarakat Indonesia.
fAQ
Pertanyaan Seputar
MataSinema Indonesia
Apa itu Komunitas MataSinema Indonesia?
Komunitas Mata Sinema Indonesia adalah komunitas yang mendukung perfilman/sinema Indonesia yang membawa muatan positif dan manfaat bagi masyarakat Indonesia
Kapan dan di mana MataSinema Indonesia terbentuk?
Komunitas MataSinema Indonesia terbentuk Pertama kali pada tanggal 16 Januari 2016.
Apa tujuan komunitas MataSinema Indonesia dibentuk?
Komunitas MataSinema Indonesia dibentuk untuk meningkatkan rasa peduli dan perhatian masyarakat Indonesia terhadap perkembangan dan kemajuan perfilman/sinema Indonesia.
Bagaimana cara bergabung di Komunitas Mata Sinema Indonesia?
Bergabung dengan MataSinema Indonesia dengan cara mengisi formulir pendaftaran di website MataSinema Indonesia
#supportsinemaindonesia
Kata Mereka
“Semoga MataSinema bisa menjadi wadah dan solusi buat pecinta dunia perfilman yang berbudaya. “Mata” berfungsi untuk melihat. Semoga MataSinema menjadi MataHati buat perkembangan sinema-sinema di masa sekarang ini. Harapanku semoga majalah MataSinema bisa terbit dan punya website pribadi”.
Andi Arsyil Rahman Putra, pemeran Furqon dalam Film KCB
“Saya mendukung penuh dan bersyukur dengan lahirnya komunitas yang mau memperhatikan nasib perfilman Islam. Selalu bersama. Bismillah”
Cholidi Asadil Alam, pemeran Azzam dalam Film KCB
“Film-film Islami kini mulai menunjukkan giginya. Tentu hal ini harus direspon positif, tetapi kemudian Film seperti apakah yang “pantas” untuk mendapatkan predikat film Islami? Apakah hanya dengan menggunakan symbol Islam lalu Film itu bisa dinyatakan sebagai film Islami? Terlepas dari itu film Islami haruslah menjadi film yang berkualitas dalam segala aspek. Tentu hal ini menjadi hal yang sangat penting mengingat sebuah Film memiliki kekuatan yang luar biasa mempengaruhi masyarakat. Maka, dengan hadirnya MataSinema diharapkan akan adanya perbaikan dalam perfilman Islam yang kemudian berujung pada perbaikan bangsa ini. Jaya Film Islami! Jaya MataSinema!”
Oki Setiana Dewi, pemeran Anna Althafunnisa dalam Film KCB