Esok Tanpa Ibu (2025) : Kerinduan kepada Ibu dan Dilema Teknologi

Jan 22, 2026 | 0 comments

Beberapa waktu terakhir kita menemui beberapa judul film yang mengusung nama ibu. Sehingga dari judulnya saja kita akan sulit membedakan dan mengenali masing-masing film tersebut.

Sebelumnya kita mengetahui adanya Film “Jika Esok Ibu Tiada” yang dibintangi oleh Christine Hakim, Fedi Nuril, Adinia Wirasti, dan Amanda Manopo. Kini hadir kembali film dengan judul serupa yaitu “Esok Tanpa Ibu”.

Judul boleh saja serupa, tapi film ini adalah bukan film main-main, apalagi hanya mendompleng ketenaran film yang ada sesebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari nama-nama pemain yang membintangi film ini. Sebut saja Dian Sastrowardoyo dan Ringgo Agus Rahman. Siapa yang akan menyangkal kedua nama besar di perfilman Indonesia ini?

Sekalipun tema utama adalah sama yaitu tentang kepergian seorang ibu namun Film Esok Tanpa Ibu sama sekali menawarkan kisah yang berbeda. Kali ini ada sentuhan teknologi di dalamnya. Ya benar, teknologi kecerdasan buatan atau yang kini lebih dikenal dengan AI (Artificial intelligence) hadir mewarnai film ini dengan segala kisah dan kontroversinya dalam kehidupan sehari-hari kita.

Hal ini menarik. Karena AI sudah seringkali kita sebut dalam keseharian kita. Namun pengaruhnya hanya sebatas pada seputar gadget dan produk digital yang memang mewarnai aktifitas kita, namun tidak menyentuh hati, perasaan, serta emosional kita. Di film ini hal ini adalah hal yang justru dieksplorasi oleh sang penulis. Gina S Noer merupakan nama besar penulis hebat di perfilman Indonesia. Bagaimana Gina mengolah kisah teknologi yang mampu mengaduk-aduk perasaan dan emosi ini? Tentu film ini menjadi sangat menarik.

Film Esok Tanpa Ibu menghadirkan kisah seorang anak remaja (Ali Fikry) yang merasa sangat kehilangan sosok Ibunya (Dian Sastrowardoyo) yang tengah mengalami koma  berkepanjangan. Dia memang sangat dekat dengan sang ibu dan sama sekali tidak dekat dengan sang ayah (Ringgo Agus Rahman).

Teknologi Kecerdasan Buatan mampu menghadirkan kembali sosok sang Ibu yang sejatinya saat ini masih tergeletak tak berdaya dalam koma, menjadi hadir bugar seperti sedia kala. Malah kini sang ibu dapat diajak berkomunikasi kapan pun dan di mana pun oleh sang anak.

Film yang diproduksi oleh BASE Entertainment, Beacon Film,Refinery Media, Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA) ini merupakan film drama emosional yang memang dihadirkan untuk dapat mengaduk-aduk emosi penonton. Di satu sisi kemajuan teknologi sangat membantu manusia, namun di sisi lain seolah kehadiran teknologi ini sudah melampaui batas-batas yang diperbolehkan oleh manusia. Sungguh kondisi yang dilematis.

Keterlibatan Dian Sastrowardoyo dalam film ini tidak hanya sebagai pemain melainkan juga ia memproduseri Film ini bersama Shanty Harmany, Ini adalah merupakan debut pertamanya sebagai produser.

Esok Tanpa Ibu disutradarai oleh sutradara asal Malaysia Ho Wi-ding dengan didukung oleh para penulis naskah yang mumpuni yaitu Gina S Noer, Dina Apresy dan juga Melarissa Sjarief.

Kepiawaian Ringgo Agus Rahman dan Dian satro dalam berakting mampu diimbangi oleh Ali Fikry yang secara mengejutkan mampu bermain dengan sangat natural.

Film Esok Tanpa Ibu (mothernet) menyajikan secara ciamik perasaan duka kehilangan dari seorang Remaja dan juga seorang Suami atas komanya wanita yang mereka sayangi, ibu dan juga istri, Ketidakdekatan hubungan ayah dan anak ini terjalin dengan sangat canggung dan justru semakin berjarak ketika sang ibu tidak lagi berada di tengah mereka.

Kehadiran i-Bu yang merupakan kecerdasan buatan yang seolah bisa menghidupkan kembali sang ibu menambah rumit hubungan ayah-anak ini. Naik-turunnya emosi dalam perjalan kisah keduanya ini sangat menguras emosi bagi kita yang menyaksikannya. Jika kita berandai-andai di posisi sang anak, akankah kita melakukan hal yang sama?

Film ini didukung oleh raksasa teknologi asal Korea yaitu SAMSUNG sehingga menghadirkan visualisasi teknologi yang meyakinkan dan memanjakan mata.

Didukung oleh kekuatan naskah, nama-nama besar pemain serta tema kisah yang baru sepertinya film Esok Tanpa Ibu layak untuk disaksikan oleh keluarga-keluarga di Indonesia. Film ini tayang di bioskop Indonesia mulai tayang 22 Januari 2026.

Ditulis oleh : Muya Beryl untuk MataSinema Indonesia

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MataSinema Indonesia

#supportsinemaindonesia

Whatsapp kami:

Sosial Media Kami

Alamat

Komplek Infinia Park B069

Jl. Dr. Saharjo NO.45 Manggarai - Jakarta Selatan.

Email

matasinema.official@gmail.com

sekretaris.msi@matasinema.or.id

Telepon

+62 0811-1505-177